Home | Nasional | Internasional | Daerah | Politik | Hukrim | Ekonomi | Sport | SerbaSerbi | Tekno | Lifestyle
 
Tim Juri Kemenparekraf Visitasi Desa Koto Sentajo
Senin, 16-11-2020 - 19:49:47 WIB
FOTO BERSAMA: Tim juri bersama Asisten III Setdakab Kuansing, Camat Sentajo Raya dan tokoh masyarakat lainnya foto bersama di depan Masjid Usang Koto Sentajo usai disambut tradisi budaya yaitu Rarak dan Silat pada, Ahad (15/11/20
TERKAIT:
 
  • Tim Juri Kemenparekraf Visitasi Desa Koto Sentajo
  •  

    Kuansing, RiauTempo.Com  - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia,  mengadakan lomba pendampingan desa wisata antar perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan untuk mengembangkan sumberdaya manusia alam bidang pariwisata.


    Kerja sama sama dengan perguruan tinggi, ini dilakukan untuk memberikan pelatihan kepada dosen dan masyarakat untuk mengembangkan desa wisata. LPPM Universitas Riau (Unri) melalui program desa binaan mengajukan Desa Koto Sentajo Kecamatan Sentajo Raya Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) untuk mengikuti iven ini.

    Koto Sentajo yang diusulkan sebagai desa wisata binaan Unri telah terpilih ke-20 besar dari 107 perguruan tinggi se-Indonesia. Sehingga Desa Koto Sentajo ini divisitasi langsung untuk dilakukan penilaian oleh tim juri dari Kemenparekraf. Tim Kemenparekraf yang terdiri dua juri dan dua staf kementerian saat samapi di depan Masjid Usang Koto Sentajo disambut tradisi budaya yaitu rarak dan silat pada, Ahad (15/11/2020).

    Tim juri langsung dijamu makan siang bersama Asisten III Bupati Kuansing, Camat Koto Sentajo Raya, tokoh adat, perangkat desa, dan dosen pendamping di salah satu rumah adat Kenegrian Koto Sentajo. Kepala Desa Koto Sentajo sesaat setelah jamuan makan siang memberikan kata sambutan bahwa masyarakat sangat senang sudah lolos ke 20 besar desa wisata yang didampingi.

    “Kami memiliki rumah adat, hutan lindung dan objek wisata yang menarik lainnya. Kami mengharap Desa Koto Sentajo dapat memengangkan perlombaan ini, paling tidak lima besar,” ujar Heprianto selaku Kepala desa.

    Assisten III Setdakab Kuansing dalam sambutannya, juga mengharap masyarakat kenegerian Koto Sentajo tetap menjaga tradisi budaya yang ada agar dapat memperkuat wisata di Kabupaten Kuansing.

    “Kami sangat berterimakasih kepada dosen pendamping dari Universitas Riau yang sudah membantu mengembangkan desa ini menjadi desa wisata. Semoga kegiatan ini tidak sampai di sini saja, kalau bisa dilanjutkan sehingga desa ini dapat menjadi desa wisata yang lebih maju,” ungkap Agus Mandar.

    Dr Diana Simanjuntak dan Dr Asep Parantika selaku tim juri, keduanya langsung memberikan penilaian dengan cara melakukan wawancara terlebih dahulu kepada kepala desa, Pokdarwis, pengelola homstay. Pertanyaan yang diajukan terkait kegiatan pendampingan yang sudah dilakukan oleh tim dosen pendamping dari Universitas Riau. Kegiatan visitasi ini dilakukan untuk memvierifikasi laporan yang sudah dibuat tim dosen Universita Riau sebagai pendamping.

    Selaku tim Juri Diana tidak saja bertanya, ia juga memberikan pemahaman kepada pengelola desa wisata untuk tetap terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas produk dan pelayanan desa wiata.

    “Kita tidak boleh meninggalkan nilai-nilai leluhur kita. Kita harus merawat tradisi dan budaya untuk memperkuat wisata budaya kita. Dalam perlombaan ini, kita akan memberikan penghargaan berupa uang kepada desa yang lolos enam besar, sedangkan untuk universitas yang mendampingi nanti akan mendapatkan sertifikat” ujar Diana Simanjuntak.    

    Dosen pendamping selama kegiatan visitasi ini adalah Dr Yasir MSi, Yohannes Firzal PhD, Andri Sulistyani SS MSc dan Chelsy Yeshica SSosMIkom.

    “Dosen memiliki kewajiban mengajar, meneliti dan mengabdi. Proritas pembangunan pemerintah adalah bagaimana mengembangkan desa wisata dan derah terisolir. Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan desa wisata sangat tergantung kepada kerjasama yang baik antara pemerintah, masyarakat dan dosen melalui pengabdian kepada masyarakat,” ujar Yasir.

    Koordinator Puspaindra di LPPM Unri ini juga menambahkan, bahwa pembangunan desa wisata bertujuan memberdayakan masyarakat melalui memanfaatkan potensi yang ada di desa. Jadi pengabdian kepada masyarakat ini adalah bentuk usaha perguruan tinggi untuk mempercepat laju perekonomian masyarakat.(der)



     
    Berita Lainnya :
  • Tim Juri Kemenparekraf Visitasi Desa Koto Sentajo
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Indeks Berita  
    01 Program TMMD ke113, Ketua RT : Kami siap membantu dan Warga sangat gembira jalan sudah disemenisasi
    02 Dibantu warga, Satuan Tugas TMMD Kodim 03/03 Bengkalis Mengecor Jalan Sekolah desa Semunai
    03 DPK KNPI Siak Kecil Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim
    04 DPD Partai Gerindra Riau bersama DPC Gerindra Bengkalis Gelar Silaturahmi dan Santunan Anak Yatim
    05 Pagar Nusa Gasmi Duri Bagikan 300 Takjil ke Masyarakat
    06 PUPR Bengkalis Dampingi Tim MCC Bank Dunia Tinjau Potensi Wisata Rupat
    07 DPK KNPI Siak Kecil Gelar Bakti Sosial, Bantuan diserahkan Bupati Bengkalis
    08 Alumni 2002 SMAN 1 Bukit Batu salurkan Santunan ke Panti Asuhan Al-Fajar
    09 Program Ramadhan Berbagi, SMAN 1 Siak Kecil Bagi Takjil
    10 Meski diguyur Hujan, Dandim 0303/Bengkalis tetap Semangat Lounching Program Ketahanan Pangan
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 - RIAU TEMPO